Jumlah penonton yang menyaksikan duel Persija vs Arema Indonesia, Minggu, 30 Mei 2010 mencapai angka 82 ribu orang. Ini merupakan rekor penonton terbanyak selama Liga Super Indonesia (ISL) digelar.
"Biasanya jumlah penonton paling banyak mencapai 50 ribu. Ini merupakan jumlah penonton terbanyak selama Liga Super Indonesia (ISL) digelar," kata Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigorshalom Boboy kepada wartawan.
Puluhan ribu Aremania (pendukung Arema) dan The Jakmania (pendukung Persija) memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Sebagian bahkan meluber hingga ke pinggir lapangan.
Menurut panitia, jumlah penonton mencapai 83 ribu orang. Namun angka ini belum termasuk ribuan penonton yang berhasil masuk tanpa tiket. Pertandingan sendiri berakhir dengan kemenangan Arema 5-1.
Selasa, 01 Juni 2010
Minggu, 23 Mei 2010
Teknologi Informasi Komunikasi
Sejarah
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.
Penerapan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Buku Elektronik
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.
Penerapan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Buku Elektronik
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.
Awal Mula Perseteruan The Jakmania vs Viking
Seperti yang kita ketahui bersama,mungkin sering mendengar nama The Jakmania (supporter Persija Jakarta) dan Viking (supporter Persib).Banyak yang bertanya-tanya awal mula sebab kenapa kedua supporter tersebut saling bersitegang.Sebenarnya sudah sejak lama mereka bersua, baik kedua suporter maupun kedua tim papan atas tersebut.Tidak jarang keduanya saling bentrok baik didalam maupun didalam stadion.Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan perhelatan Liga Indonesia 6. Dulu, tepatnya pada putaran 1 saya melihat ada sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Mereka terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib,karena Viking belum terlalu eksis. Meski supporter Persib tersebut sempat nyaris terjadi gesekan dengan The Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru suporter Persib bergerak ke arah The Jakmania tuk berjabat tangan. Saya inget banget yel mereka waktu itu : “ABCD… Anak Bandung Cinta Damai”. Setelah selesai pertandingan, suporter Persib juga didampingi The Jakmania menuju bus mereka. The Jakmania mengikuti dengan mengumandangkan lagu Halo Halo Bandung.
Penyambutan para The Jakmania di Jakarta itu membuat Viking berniat untuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2 dikandang mereka. Dialog berlangsung lancar karena Pengurus The Jakmania pergi ke Bandung untuk membuat kaos. Karena itu jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut The Jakmania di Bandung meski mereka sendiri masih khawatir dengan sikap oknum-oknum bobotoh yang lain.
Yang saya tahu,waktu itu The Jakmania memang belum sebesar sekarang. Yang nonton di stadion Pelita Sanggraha Lebak bulus saja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Setelah pengurus menyatakan bahwa pada pertandingan melawan Persib di bandung,para The Jakmania boleh datang dan masuk kedalam stadion Siliwangi Bandung.Ternyata tak disangka, Jumlah anggota The Jak yg tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin aja gimana riweuhnya mencari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya kami baru berangkat jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan kendala pecah ban. Lalu disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir termasuk saya berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan kami sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yg diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket pertandingan. Ada laporan bahwa 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar.Akan tetapi Viking menjamin bahwa The Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus.Itu info yang saya dapat dari tim Advance.
Bis pertama tiba di Stadion Siliwangi dengan sambutan meriah. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal saat itu tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin The Jak dengan sikap yang kurang simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta The Jak untuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, beberapa rekan ada yang melaksanakan sholat ashar dulu atau istirahat setelah perjalanan yang sedikit melelahkan. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Rekan2 kami mendapatkan pukulan disana-sini dengan menggunakan kayu dari oknum Viking. Salah satu anak The Jak tersungkur dan berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini The Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion oleh Polisi.
Setelah menunggu lama,akhirnya saya dan rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak dipenuhi oleh supporter tuan rumah. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo-calo yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Saya sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang bobotoh yang ngambil syall seorang anak The Jak dengan paksa. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Mereka tidak mau tau kalo Persijatim itu beda dengan Persija. Seingat saya kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut..
Saya lalu mengambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama yang datang duluan dan mengajak mereka tuk bergabung ke rombongan besar. Di situ dari Panpel pertandinagn juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan 3 orang Viking yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.
Ketika rombongan kami hendak pulang, tiba2 kita diserang lagi oleh bobotoh dan Viking yang masih menunggu di luar stadion. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya kami membalas perlakuan mereka. Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang dengan dikawal para polisi.
Sampai sekarang pun perseteruan The Jakmania dengan Viking tidak bisa dihilangkan.Dendam mungkin akan terus berlanjut entah sampai kapan.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah KAPANKAH JAKMANIA dan VIKING DAMAI !!!
Penyambutan para The Jakmania di Jakarta itu membuat Viking berniat untuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2 dikandang mereka. Dialog berlangsung lancar karena Pengurus The Jakmania pergi ke Bandung untuk membuat kaos. Karena itu jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut The Jakmania di Bandung meski mereka sendiri masih khawatir dengan sikap oknum-oknum bobotoh yang lain.
Yang saya tahu,waktu itu The Jakmania memang belum sebesar sekarang. Yang nonton di stadion Pelita Sanggraha Lebak bulus saja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Setelah pengurus menyatakan bahwa pada pertandingan melawan Persib di bandung,para The Jakmania boleh datang dan masuk kedalam stadion Siliwangi Bandung.Ternyata tak disangka, Jumlah anggota The Jak yg tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin aja gimana riweuhnya mencari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya kami baru berangkat jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan kendala pecah ban. Lalu disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir termasuk saya berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan kami sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yg diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket pertandingan. Ada laporan bahwa 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar.Akan tetapi Viking menjamin bahwa The Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus.Itu info yang saya dapat dari tim Advance.
Bis pertama tiba di Stadion Siliwangi dengan sambutan meriah. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal saat itu tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin The Jak dengan sikap yang kurang simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta The Jak untuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, beberapa rekan ada yang melaksanakan sholat ashar dulu atau istirahat setelah perjalanan yang sedikit melelahkan. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Rekan2 kami mendapatkan pukulan disana-sini dengan menggunakan kayu dari oknum Viking. Salah satu anak The Jak tersungkur dan berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini The Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion oleh Polisi.
Setelah menunggu lama,akhirnya saya dan rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak dipenuhi oleh supporter tuan rumah. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo-calo yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Saya sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang bobotoh yang ngambil syall seorang anak The Jak dengan paksa. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Mereka tidak mau tau kalo Persijatim itu beda dengan Persija. Seingat saya kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut..
Saya lalu mengambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama yang datang duluan dan mengajak mereka tuk bergabung ke rombongan besar. Di situ dari Panpel pertandinagn juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan 3 orang Viking yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.
Ketika rombongan kami hendak pulang, tiba2 kita diserang lagi oleh bobotoh dan Viking yang masih menunggu di luar stadion. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya kami membalas perlakuan mereka. Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang dengan dikawal para polisi.
Sampai sekarang pun perseteruan The Jakmania dengan Viking tidak bisa dihilangkan.Dendam mungkin akan terus berlanjut entah sampai kapan.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah KAPANKAH JAKMANIA dan VIKING DAMAI !!!
Jumat, 21 Mei 2010
SALAH SATU YANG TERMAHAL YG DIMILIKI MANUSIA......
Tahukah anda tentang sesuatu yg mahal yg ada dalam diri manusia???
Manusia pada dasarnya memiliki suatu sikap yg amat buruk apabila hal yg termahal dalm dirinya di hina. tapi tahukah anda tentang hal itu??
hal tersebut adalh " HARGA DIRI" . tahukah anda ketika harga diri orang lain sudah merasa di hina , maka otak bawah sadar mereka secara otomatis akan merespon semua bagian tubuh termasuk hat,i untuk menyikapi ap yg telah ia alami, dan semua akan berujung pada dendam, permusuhan dan kekerasan.
ketika anda berinteraksi dengan orang lain, hendaknya anda menjaga harga diri mereka. karena ketika anda menghargai harga diri mereka, maka mereka akan menanamkan dalam otaknya bahwa anda adalh orang yg harus di hargai juga. dengan begitu anda akan diterima oleh semua orang...
mari menghargai harga diri orang lain, agar harga diri kita sendiri tidak turun dan murah....
tetap semangat dalam menjalani hidup....
S E M A N G AT...
( TAHUKAH ANDA HARGA DIRI ITU TIDAK MENDAPATKAN DISKON DAN TIDAK BOLEH DENGAN CICILAN, TAPI IA HARUS DENGAN KETULUSAN DAN KESERIUSAN ANDA DALAM MENAWARNYA.)
Manusia pada dasarnya memiliki suatu sikap yg amat buruk apabila hal yg termahal dalm dirinya di hina. tapi tahukah anda tentang hal itu??
hal tersebut adalh " HARGA DIRI" . tahukah anda ketika harga diri orang lain sudah merasa di hina , maka otak bawah sadar mereka secara otomatis akan merespon semua bagian tubuh termasuk hat,i untuk menyikapi ap yg telah ia alami, dan semua akan berujung pada dendam, permusuhan dan kekerasan.
ketika anda berinteraksi dengan orang lain, hendaknya anda menjaga harga diri mereka. karena ketika anda menghargai harga diri mereka, maka mereka akan menanamkan dalam otaknya bahwa anda adalh orang yg harus di hargai juga. dengan begitu anda akan diterima oleh semua orang...
mari menghargai harga diri orang lain, agar harga diri kita sendiri tidak turun dan murah....
tetap semangat dalam menjalani hidup....
S E M A N G AT...
( TAHUKAH ANDA HARGA DIRI ITU TIDAK MENDAPATKAN DISKON DAN TIDAK BOLEH DENGAN CICILAN, TAPI IA HARUS DENGAN KETULUSAN DAN KESERIUSAN ANDA DALAM MENAWARNYA.)
Minggu, 09 Mei 2010
Tugas Struktur Data 3
1. Contoh Soal Regresi
CONTOH SOAL :
1. Diketahui suatu penelitian terhadap hubungan antara nilai biaya periklanan dengan tingkat penjualan dari
sebuah koperasi adalah sebagai berikut : (dalam ribuan rupiah)
Biaya periklanan Tingkat Penjualan
50 40
51 46
52 44
53 55
54 49
a.Tentukan persamaan regresinya
b.Berapa besarnya koefisien korelasi dan koefisien determinasinya ?
c. Berapa besarnya kesalahan standar estimasinya ?
d. Dengan tingkat signifikasi 10%, ujilah hipotesis yang menyatakan bahwa hubungan antara
biaya periklanan dan tingkat penjualan sedikitnya 40%!
Jawab :
a.Menentukan persamaan regresinya
Langkah 1 :
Menentukan variable X dan variable Y. Dalam soal ini variable biaya periklanan merupakan variable X dan tingkat penjualan merupakan variable Y.
Langkah 2 :
Membuat table regresi sederhana
Periklanan (X) Tkt. Penjualan (Y) (X)2
50 40 2500
51 46 2601
52 44 2704
53 55 2809
54 49 2916
260 234 13530
Langkah 3 :
Menentukan koefisien a dan koefisien b
b = n ∑XY – ∑X.∑Y
n ∑X2 – (∑X2)
= 5 (12195) –(260)(234) 5 (13530) – (260)2
= 2,7
a = ∑Y – b ∑X
n= {(234) – 2,7 (260)} / 5
= -93,6
Langkah 4:
a.Menentukan persamaan regresi linier sederhana
Y = a + b (X)
Maka persamaan regresi dalam soal ini adalah :
Y = -93,6 + 2,7 (X)
b. Menentukan besarnya koefisien korelasi dan koefisien determinasi
Koefisien korelasi :
r = n (∑XY) – (∑X) (∑Y)
[ n (∑X2) – (∑X2)]1/2 [ n (∑Y2) – (∑Y)2]1/2
= 5(12195) – (260) (234)
[ 5 (13530) – (260)2] 1/2 [ 5 (11078) – (234)2]1/2
= 0,76
c. Menentukan besarnya kesalahan standar estimasi
Se = √∑Y2 – a ∑Y ¬¬– b ∑XY)n-2
= √( 11078 - (-93,6) (234) – (2,7) (1915))5 -2
= 4,24
d. Pengujian Hipotesis
1. Tentukan Ho dan Ha
Ho : β ≥ 0,4
Ha : β <>
2.Uji hipoteis 1 arah
3. Tingkat signifikan
alpha = 0,1
4.Wilayah kritis t ()
db = n – 2
= 5-2
= 3
t (0,1 ; 3) = 1,638
5.Nilai hitung
Sb = Se / √ ((∑X2) – ((∑X)2 / n)
= 4,24 / √(13530 – (260)2 / 5) = 1,342
t hitung = b – β / Sb
= 2,7 - 0,4 / 1,342 = 1,714
6. Keputusan : terima Ho, tolak Ha
7. Kesimpulan :
Pendapat yang menyatakan bahwa hubungan biaya periklanan dengan tingkat penjualan lebih kecil (<) dari 0,4 adalah benar, dimana biaya mempengaruhi tingkat penjualan sebesar 57.76%
CONTOH SOAL :
1. Diketahui suatu penelitian terhadap hubungan antara nilai biaya periklanan dengan tingkat penjualan dari
sebuah koperasi adalah sebagai berikut : (dalam ribuan rupiah)
Biaya periklanan Tingkat Penjualan
50 40
51 46
52 44
53 55
54 49
a.Tentukan persamaan regresinya
b.Berapa besarnya koefisien korelasi dan koefisien determinasinya ?
c. Berapa besarnya kesalahan standar estimasinya ?
d. Dengan tingkat signifikasi 10%, ujilah hipotesis yang menyatakan bahwa hubungan antara
biaya periklanan dan tingkat penjualan sedikitnya 40%!
Jawab :
a.Menentukan persamaan regresinya
Langkah 1 :
Menentukan variable X dan variable Y. Dalam soal ini variable biaya periklanan merupakan variable X dan tingkat penjualan merupakan variable Y.
Langkah 2 :
Membuat table regresi sederhana
Periklanan (X) Tkt. Penjualan (Y) (X)2
50 40 2500
51 46 2601
52 44 2704
53 55 2809
54 49 2916
260 234 13530
Langkah 3 :
Menentukan koefisien a dan koefisien b
b = n ∑XY – ∑X.∑Y
n ∑X2 – (∑X2)
= 5 (12195) –(260)(234) 5 (13530) – (260)2
= 2,7
a = ∑Y – b ∑X
n= {(234) – 2,7 (260)} / 5
= -93,6
Langkah 4:
a.Menentukan persamaan regresi linier sederhana
Y = a + b (X)
Maka persamaan regresi dalam soal ini adalah :
Y = -93,6 + 2,7 (X)
b. Menentukan besarnya koefisien korelasi dan koefisien determinasi
Koefisien korelasi :
r = n (∑XY) – (∑X) (∑Y)
[ n (∑X2) – (∑X2)]1/2 [ n (∑Y2) – (∑Y)2]1/2
= 5(12195) – (260) (234)
[ 5 (13530) – (260)2] 1/2 [ 5 (11078) – (234)2]1/2
= 0,76
c. Menentukan besarnya kesalahan standar estimasi
Se = √∑Y2 – a ∑Y ¬¬– b ∑XY)n-2
= √( 11078 - (-93,6) (234) – (2,7) (1915))5 -2
= 4,24
d. Pengujian Hipotesis
1. Tentukan Ho dan Ha
Ho : β ≥ 0,4
Ha : β <>
2.Uji hipoteis 1 arah
3. Tingkat signifikan
alpha = 0,1
4.Wilayah kritis t ()
db = n – 2
= 5-2
= 3
t (0,1 ; 3) = 1,638
5.Nilai hitung
Sb = Se / √ ((∑X2) – ((∑X)2 / n)
= 4,24 / √(13530 – (260)2 / 5) = 1,342
t hitung = b – β / Sb
= 2,7 - 0,4 / 1,342 = 1,714
6. Keputusan : terima Ho, tolak Ha
7. Kesimpulan :
Pendapat yang menyatakan bahwa hubungan biaya periklanan dengan tingkat penjualan lebih kecil (<) dari 0,4 adalah benar, dimana biaya mempengaruhi tingkat penjualan sebesar 57.76%
Minggu, 04 April 2010
EBC-2 (Conditional Sentences, Adverb, Verb, Modals, Article, Noun)
1. Conditional Sentences / If-Clauses
Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled. There are three types of Conditional Sentences.
Conditional Sentence Type 1
> It is possible and also very likely that the condition will be fulfilled.
Form: if + Simple Present, will-Future
Exp : If I find her address, I will send her an flower.
Conditional Sentence Type 2
> It is possible but very unlikely, that the condition will be fulfilled.
Form: if + Simple Past, Conditional I (= would + Infinitive)
Example: If I found her address, I would send her an flower.
Conditional Sentence Type 3
> It is impossible that the condition will be fulfilled because it refers to the past.
Form: if + Past Perfect, Conditional II (= would + have + Past Participle)
Example: If I had found her address, I would have sent her an flower.
2. ADVERB
Kinds of Adverbs:
a. Adverbs of Manner
He moved slowly and spoke quietly.
b. Adverbs of Place
He has lived on the stadium all him life.
He still lives there now.
c. Adverbs of Frequency
He takes the boat to the mainland every day.
He often goes by himself.
d. Adverbs of Time
He tries to get back before dark.
It's starting to get dark now.
He finished her tea first.
He left early.
e. Adverbs of Purpose
He drives her boat slowly to avoid hitting the rocks.
He shops in several stores to get the best buys.
3. ADVERB
A verb is a kind of word (see part of speech) that usually tells about an action or a state and is the main part of a sentence
Verbs are also classified as either finite or non-finite.
A finite verb makes an assertion or expresses a state of being and can stand by itself as the main verb of a sentence.
• The tracktor demolished the stadium.
• The leaves were blue and sickly.
Non-finite verbs (think "unfinished") cannot, by themselves, be main verbs:
• The broken door.
• The wheezing beautiful.
* IRREGULAR VERBS
Irregular verbs change completely in the past tense. Unlike regular verbs, the past tense forms of irregular verbs are not formed by adding ed.
Examples:
Present: see
Past: saw
Past Participle: seen
* REGULAR VERBS
Verbs have three principle parts. They are present, past, and past participle. For regular verbs, the past tense is formed by adding ed to the present tense; and the past participle is formed by using the past tense verb with a helping verb such as has, have, or had.
Examples:
Present: cook
Past: cooked
Past Participle:cooked
4. Modals
Modal verbs are special verbs which behave very differently from normal verbs. Here are some important differences:
1. Modal verbs do not take "-s" in the third person.
Examples:
• He can play football.
• She should be here by 11:00.
2. You use "not" to make modal verbs negative, even in Simple Present and Simple Past.
Examples:
• She should not be late.
• He might not play to the match.
3. Many modal verbs cannot be used in the past tenses or the future tenses.
She musted run very speed
* Common Modal Verbs
- Can
- Could
- May
- Might
- Must Ought to
- Shall
- Should
- Will
- Would
5. ARTICLE
An article is a word that combines with a noun to indicate the type of reference being made by the noun. Articles specify the grammatical definiteness of the noun, in some languages extending to volume or numerical scope. The articles in the English language are the, a, and an.
Articles are usually characterized as either definite or indefinite.
a. Definite article
A definite article indicates that its noun is a particular one identifiable to the listener. It may be the same thing that the speaker has already mentioned, or it may be something uniquely specified. The definite article in English is the.
Ex :The student knew the fastest way home.
b. Indefinite article
An indefinite article indicates that its noun is not yet a particular one identifiable to the listener. It may be something that the speaker is mentioning for the first time, or its precise identity may be irrelevant or hypothetical, or the speaker may be making a general statement about any such thing. English uses a or an (depending on the initial sound of the next word) as its indefinite article.
Ex : He had a house so Big that an tiger would get lost without a map.
6. NOUN
A noun is a word used to name a person, animal, place, thing, and abstract idea.
a. Countable Nouns
A countable noun is a noun with both a singular and a plural form, and it names anything (or anyone) that you can count.
exp :He painted the door orange and the window black.
Albert found six silver dollars in the toe of a sock.
b. UnCountable Nouns
A non-countable noun is a noun which does not have a plural form, and which refers to something that you could (or would) not usually count.
exp : Alexander Graham Bell discovered a telephone.
c. Collective Nouns
A collective noun is a noun naming a group of things, animals, or persons. You could count the individual members of the group, but you usually think of the group as a whole is generally as one unit.
The flock of geese spends most of its time in the pasture.
The jury is dining on take-out chicken tonight.
d. Noun Plurals
Most nouns change their form to indicate number by adding "-s" or "-es", as illustrated in the following pairs of sentences:
When Matthew was small he rarely told the truth if he thought he was going to be punished.
Many people do not believe that truths are self-evident.
Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled. There are three types of Conditional Sentences.
Conditional Sentence Type 1
> It is possible and also very likely that the condition will be fulfilled.
Form: if + Simple Present, will-Future
Exp : If I find her address, I will send her an flower.
Conditional Sentence Type 2
> It is possible but very unlikely, that the condition will be fulfilled.
Form: if + Simple Past, Conditional I (= would + Infinitive)
Example: If I found her address, I would send her an flower.
Conditional Sentence Type 3
> It is impossible that the condition will be fulfilled because it refers to the past.
Form: if + Past Perfect, Conditional II (= would + have + Past Participle)
Example: If I had found her address, I would have sent her an flower.
2. ADVERB
Kinds of Adverbs:
a. Adverbs of Manner
He moved slowly and spoke quietly.
b. Adverbs of Place
He has lived on the stadium all him life.
He still lives there now.
c. Adverbs of Frequency
He takes the boat to the mainland every day.
He often goes by himself.
d. Adverbs of Time
He tries to get back before dark.
It's starting to get dark now.
He finished her tea first.
He left early.
e. Adverbs of Purpose
He drives her boat slowly to avoid hitting the rocks.
He shops in several stores to get the best buys.
3. ADVERB
A verb is a kind of word (see part of speech) that usually tells about an action or a state and is the main part of a sentence
Verbs are also classified as either finite or non-finite.
A finite verb makes an assertion or expresses a state of being and can stand by itself as the main verb of a sentence.
• The tracktor demolished the stadium.
• The leaves were blue and sickly.
Non-finite verbs (think "unfinished") cannot, by themselves, be main verbs:
• The broken door.
• The wheezing beautiful.
* IRREGULAR VERBS
Irregular verbs change completely in the past tense. Unlike regular verbs, the past tense forms of irregular verbs are not formed by adding ed.
Examples:
Present: see
Past: saw
Past Participle: seen
* REGULAR VERBS
Verbs have three principle parts. They are present, past, and past participle. For regular verbs, the past tense is formed by adding ed to the present tense; and the past participle is formed by using the past tense verb with a helping verb such as has, have, or had.
Examples:
Present: cook
Past: cooked
Past Participle:cooked
4. Modals
Modal verbs are special verbs which behave very differently from normal verbs. Here are some important differences:
1. Modal verbs do not take "-s" in the third person.
Examples:
• He can play football.
• She should be here by 11:00.
2. You use "not" to make modal verbs negative, even in Simple Present and Simple Past.
Examples:
• She should not be late.
• He might not play to the match.
3. Many modal verbs cannot be used in the past tenses or the future tenses.
She musted run very speed
* Common Modal Verbs
- Can
- Could
- May
- Might
- Must Ought to
- Shall
- Should
- Will
- Would
5. ARTICLE
An article is a word that combines with a noun to indicate the type of reference being made by the noun. Articles specify the grammatical definiteness of the noun, in some languages extending to volume or numerical scope. The articles in the English language are the, a, and an.
Articles are usually characterized as either definite or indefinite.
a. Definite article
A definite article indicates that its noun is a particular one identifiable to the listener. It may be the same thing that the speaker has already mentioned, or it may be something uniquely specified. The definite article in English is the.
Ex :The student knew the fastest way home.
b. Indefinite article
An indefinite article indicates that its noun is not yet a particular one identifiable to the listener. It may be something that the speaker is mentioning for the first time, or its precise identity may be irrelevant or hypothetical, or the speaker may be making a general statement about any such thing. English uses a or an (depending on the initial sound of the next word) as its indefinite article.
Ex : He had a house so Big that an tiger would get lost without a map.
6. NOUN
A noun is a word used to name a person, animal, place, thing, and abstract idea.
a. Countable Nouns
A countable noun is a noun with both a singular and a plural form, and it names anything (or anyone) that you can count.
exp :He painted the door orange and the window black.
Albert found six silver dollars in the toe of a sock.
b. UnCountable Nouns
A non-countable noun is a noun which does not have a plural form, and which refers to something that you could (or would) not usually count.
exp : Alexander Graham Bell discovered a telephone.
c. Collective Nouns
A collective noun is a noun naming a group of things, animals, or persons. You could count the individual members of the group, but you usually think of the group as a whole is generally as one unit.
The flock of geese spends most of its time in the pasture.
The jury is dining on take-out chicken tonight.
d. Noun Plurals
Most nouns change their form to indicate number by adding "-s" or "-es", as illustrated in the following pairs of sentences:
When Matthew was small he rarely told the truth if he thought he was going to be punished.
Many people do not believe that truths are self-evident.
Senin, 29 Maret 2010
EBC English Bussines Conversation surat lamaran kerja
SURAT LAMARAN KERJA
Jakarta, 20th March 2010
Mr. Aliyudin
Financial Manager
PT. Macan Kemayoran
Jl. Lebak Bulus
Jakarta Selatan 14025
Dear Mr. Aliyudin,
With reference to your advertisement in Jakarta post of 1 March 2010, I would like to be considered for the post of staff Accounting you offered.
As you can see in my curriculum vitae, my education, and work experience as personal Accounting have give me excellent accounting skills.
I enclose my curriculum vitae and would be glad to meet you for an interview any day 20 march.
I loook forward to having your reply.
Your Faithfully
Bayu Adi Jumantoro
Curriculum Vitae
Bayu Adi Jumantoro
Date of Birth : Juny 28th 1989
Age : 21
Nationality : Indonesia
Home Address : Perumahan Limus Pratama.
Jln. Blora, Blok I7 No.43
Bogor 16820
Marital Status : Single
Education : 2004 – Junior High School Hang Tuah 3, Jakarta
2007 – Senior High School Yadika 8, Bekasi
2010 – Elementary School Gunadarma Accounting Computer,
Jakarta.
Work Experience : 2009 Training Job to Accounting of Perum Pegadaian
Head Office.
Skills : General Ledger, Financial Report.
Interest : Purchase and sale.
Language : Fluency in English
REPLY SURAT LAMARAN
PT. Macan Kemayoran
Jl. Lebak Bulus
Jakarta Selatan 14025
Jakarta, 30th March 2010
Mr. Bayu Adi Jumantoro
Perumahan Limus Pratama
Jln. Blora blok I7 No. 43
Bogor 16820
Dear Mr. Bayu,
Mr. Aliyudin has applied for the position of staff accounting to the Financial Manager of this company and has given your name as a reference.
We would be very grateful if you could give us your opinion of her suitability for the position we have. We are particularly interested in appointing someone with administrative skills.
Any information that you can give us will ofcourse be treadted as strictly confidential.
Your Sincerely,
Aliyudin
Financial Manager
Jakarta, 20th March 2010
Mr. Aliyudin
Financial Manager
PT. Macan Kemayoran
Jl. Lebak Bulus
Jakarta Selatan 14025
Dear Mr. Aliyudin,
With reference to your advertisement in Jakarta post of 1 March 2010, I would like to be considered for the post of staff Accounting you offered.
As you can see in my curriculum vitae, my education, and work experience as personal Accounting have give me excellent accounting skills.
I enclose my curriculum vitae and would be glad to meet you for an interview any day 20 march.
I loook forward to having your reply.
Your Faithfully
Bayu Adi Jumantoro
Curriculum Vitae
Bayu Adi Jumantoro
Date of Birth : Juny 28th 1989
Age : 21
Nationality : Indonesia
Home Address : Perumahan Limus Pratama.
Jln. Blora, Blok I7 No.43
Bogor 16820
Marital Status : Single
Education : 2004 – Junior High School Hang Tuah 3, Jakarta
2007 – Senior High School Yadika 8, Bekasi
2010 – Elementary School Gunadarma Accounting Computer,
Jakarta.
Work Experience : 2009 Training Job to Accounting of Perum Pegadaian
Head Office.
Skills : General Ledger, Financial Report.
Interest : Purchase and sale.
Language : Fluency in English
REPLY SURAT LAMARAN
PT. Macan Kemayoran
Jl. Lebak Bulus
Jakarta Selatan 14025
Jakarta, 30th March 2010
Mr. Bayu Adi Jumantoro
Perumahan Limus Pratama
Jln. Blora blok I7 No. 43
Bogor 16820
Dear Mr. Bayu,
Mr. Aliyudin has applied for the position of staff accounting to the Financial Manager of this company and has given your name as a reference.
We would be very grateful if you could give us your opinion of her suitability for the position we have. We are particularly interested in appointing someone with administrative skills.
Any information that you can give us will ofcourse be treadted as strictly confidential.
Your Sincerely,
Aliyudin
Financial Manager
Langganan:
Postingan (Atom)

